Buka Suara soal Hubungan dengan Brooklyn, David Beckham: Anak Boleh Melakukan Kesalahan
David Beckham akhirnya angkat bicara setelah putranya, Brooklyn
Beckham, menyampaikan curahan hati melalui Instagram Stories. Unggahan
tersebut memicu sorotan publik karena Brooklyn secara terbuka mengungkap
konflik berkepanjangan dengan keluarganya.
Dalam pernyataannya, Brooklyn menegaskan bahwa dirinya tidak
ingin berdamai dengan keluarga yang, menurutnya, kerap merendahkan sang istri, Nicola
Peltz, serta terlalu menekankan citra keluarga harmonis di media
sosial—yang ia sebut sebagai Brand Beckham.
Brooklyn Akui Konflik dan Dampak Psikologis
Pada Senin malam (19/1), Brooklyn menyebut keputusannya
untuk berbicara secara terbuka diambil setelah lama memendam konflik. Ia
mengaku merasa “bebas” setelah mengambil jarak dari keluarganya, yang selama
bertahun-tahun disebut menjadi sumber kecemasan mendalam.
Tak lama setelah unggahan tersebut beredar, David Beckham
muncul dalam wawancara di program finansial CNBC Squawk Box, saat ia
tengah menghadiri World Economic Forum ke-56 di Davos, Swiss.
David Beckham: Anak Boleh Melakukan Kesalahan
Dalam wawancara itu, David menyinggung peran media sosial
dalam kehidupan anak-anaknya—Brooklyn, Romeo (23), Cruz (20), dan Harper (14).
Ia menilai media sosial memiliki dampak besar, baik positif maupun negatif.
“Saya selalu berbicara tentang kekuatan media sosial. Apa
yang bisa diakses anak-anak sekarang bisa sangat berbahaya,” ujar mantan
bintang Real Madrid dan Manchester United tersebut.
Meski demikian, David menekankan pentingnya menggunakan
media sosial secara bertanggung jawab. Ia mencontohkan bagaimana dirinya memanfaatkan
platform pribadi untuk mendukung kegiatan UNICEF dan meningkatkan kesadaran
global terkait isu anak-anak.
“Itu adalah alat yang sangat kuat untuk membuka mata banyak
orang tentang apa yang terjadi pada anak-anak di seluruh dunia,” katanya.
David juga menyampaikan bahwa ia berusaha menanamkan nilai
serupa kepada anak-anaknya. Menurutnya, kesalahan adalah bagian dari proses
belajar.
“Mereka memang membuat kesalahan, tapi anak-anak berhak
melakukan kesalahan. Dari situlah mereka belajar. Kadang kita juga harus
membiarkan mereka melalui kesalahan-kesalahan itu,” tuturnya.
Tuduhan Brooklyn terhadap Keluarga Beckham
Dalam unggahan Instagram-nya, Brooklyn menuduh orang tuanya
berupaya mengendalikan narasi publik terkait hubungannya dengan Nicola Peltz.
Ia menyebut konflik keluarga mulai memburuk sejak pernikahannya dengan aktris
tersebut pada 2022.
Brooklyn mengklaim bahwa istrinya berulang kali direndahkan
oleh keluarganya. Ia bahkan menuding sang ibu, Victoria Beckham,
mengambil alih momen dansa pertamanya bersama Nicola saat resepsi pernikahan.
“Ibuku membajak dansa pertamaku dengan istriku, yang sudah
direncanakan berminggu-minggu sebelumnya,” tulis Brooklyn. Ia menggambarkan
kejadian itu berlangsung di depan sekitar 500 tamu undangan, saat musisi Marc
Anthony memanggilnya ke atas panggung.
Menurut Brooklyn, momen yang seharusnya menjadi kenangan
romantis justru berubah menjadi pengalaman yang memalukan dan penuh kecemasan.
Keinginan untuk Hidup Tenang dan Privat
Brooklyn mengungkapkan bahwa ia dan Nicola bahkan berencana
memperbarui janji pernikahan demi menciptakan kenangan baru yang lebih damai
dan membahagiakan.
Dalam penutup pernyataannya, Brooklyn menegaskan bahwa
dirinya, sang istri, dan “keluarga masa depan” mereka hanya menginginkan
ketenangan, privasi, dan kebahagiaan.
Ia juga membantah anggapan bahwa Nicola mengendalikannya.
Menurut Brooklyn, justru selama ini ia merasa hidupnya dikontrol oleh orang
tua, yang berdampak besar pada kesehatan mentalnya.
“Untuk pertama kalinya dalam hidupku, setelah menjauh dari
keluargaku, kecemasan itu menghilang. Aku menemukan kedamaian dan kelegaan,”
tulisnya.
Brooklyn menegaskan bahwa ia dan Nicola tidak menginginkan
hidup yang dibentuk oleh citra, tekanan media, atau manipulasi publik,
melainkan kehidupan yang tenang dan bahagia untuk keluarga yang mereka bangun.

Comments
Post a Comment